KISAH DI BALIK KEMATIAN PARA IMIGRAN GELAP
Kisah ratusan imigran gelap asal sub-Sahara Afrika,menyimpan misteri pasca mereka mencoba untuk menentukan nasib untuk sesuap nasi,karena di negara nya tersebut sangat miskin, dan banyak masyarakat di sana kelaparan hingga mati,ada beberapa kelompok memutuskan berlari dan berlayar untuk mencari tempat yang tepat untuk mereka.
AGEN BOLA PIALA EROPA
Pada saat para imigran gelap berlayar di dekat Pulau Lampedusa terjadi kendala,mereka kehabisan makanan dan banyak yang mati terapung di atas air,mereka mencoba untuk menentukan nasib di eropa,namun apa daya nasib berkata lain,dan untuk mengetahui cerita selengkap nya kami akan menyajikan nya di bawah ini :
BANDAR BOLA PIALA EROPA
Perjalanan melintasi Laut Mediterania ditempuh banyak orang demi kehidupan yang lebih baik. Sewaktu-waktu kapal bisa terbalik, kehabisan bahan bakar, mesin bisa mengalami kerusakan karena rentan dengan cuaca dingin.
Pada suatu hari, para imigran memenuhi sebuah kapal kecil atau disebut patera. Mereka telah berada di situ selama berjam-jam.
Begitu mereka mencapai Kepulauan Canary, patroli perbatasan menunggu untuk menangkap mereka. Para imigran mulai menuju kapal yang lebih besar. Tapi, selagi mereka bergerak, kapal mereka terbalik.
Sebanyak 29 orang bisa diselamatkan, sembilan tewas.
BANDAR BOLA
Semua penumpang adalah laki-laki. Kebanyakan datang dari Mali, sebagian dari Pantai Gading, dan sebagian lain dari Ghana.
Saya tahu apa yang menimpa dua penumpang kapal itu, Isa dan Ibrahim. Saya bertemu dengan mereka ketika mereka diselamatkan. Mereka saya abadikan dalam foto ketika diangkat dari laut.
Mereka dikirim ke Spanyol. Isa ke Valencia, Ibrahim ke Murcia.
Mereka menjelaskan apa yang terjadi di kampung halaman mereka di Mali. Mereka berasal dari keluarga besar. Isa, misalnya, bergantung pada hasil panen setiap tahun. Pekerjaan jarang ada. Mereka tidak punya kesempatan.
Meski ada begitu banyak risiko, mereka memutuskan untuk menempuh perjalanan. Bagi mereka, itulah satu-satunya jalan keluar. Mereka berpikir perjalanan ke Eropa patut dicoba untuk membantu keluarga. Mungkin mereka tidak tahu persis apa yang akan terjadi pada mereka menit demi menit, tapi mereka paham itu berbahaya.
AGEN BOLA
Saya pergi ke rumah mereka di Mali untuk bertemu dengan keluarga mereka. Saya disambut dengan tangan terbuka, dengan begitu banyak cinta—kebalikan dengan bagaimana cara orang Spanyol menyambut para imigran.
Keluarga mereka menceritakan kisah mereka sehingga saya paham mengapa Isa dan Ibrahim mempertaruhkan nyawa ke Eropa.
Hal utama yang mengejutkan saya ialah kondisi hidup di kampung halaman mereka. Mereka bisa tewas di laut, tapi mereka menghadapi tekanan yang lebih besar saat bertahan hidup di kampung halaman. Mereka melakukannya karena tiada jalan lain, bukan karena mereka mencari petualangan.
TARUHAN BOLA
Para imigran mempertaruhkan nyawa mereka demi kehidupan yang lebih baik.
Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, orang-orang bertolak ke gerbang Eropa seperti halnya yang para budak alami pada abad ke-17.
Sebagian besar tenggelam di laut, terjebak di kapal rapuh yang rawan.
Setelah 20 tahun melaporkan berita mengenai imigran yang mencoba ke Eropa, orang-orang masih tenggelam setiap pekan, tiada yang berubah.
Kalaupun ada perubahan, itu adalalah perubahan yang memburuk. Setiap ada tragedi kapal tenggelam, rasanya lebih menyakitkan karena orang-orang kehilangan nyawa mereka.
Di perbatasan Eropa, keberadaan polisi makin banyak. Namun, orang-orang masih tewas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar