Rabu, 01 Juli 2015

MISTERI GUNUNG MERAPI

MISTERI GUNUNG MERAPI 





AGEN BOLA PIALA EROPA 2016


Gunung merapi adalah salah satu gunung berapi aktif paling ganas yang terletak di Jawa Tengah. Selain dikenal dengan kedahsyatan awan panasnya.Ribuan jiwa telah menjadi mangsa keganasan wedus gembel yang disemburkan oleh kawah merapi.


AGEN BOLA PIALA EROPA


banyak sekali cerita misteri yang ada pada gunung merapi.di atas puncak gunung terdapat istana kerajaan makhluk halus penunggu gunung merapi. Disana bercokol para punggawa besar kerajaan gaib puncak merapi yang istananya menghadap ke selatan mengarah ke istana ratu pantai selatan segoro kidul.

BANDAR BOLA PIALA EROPA


Beberapa Hal yang aneh pada gunung merapi ini selalu di kait kaitkan dengan hal yang mistis.

Pasar bubrah adalah sebuah bukit dan lokasinya berada di bawah kawah merapi.Tempat ini terkenal angker karena para pendaki biasanya mendengar suara yang Berisik.Selain itu ada yang mengaku pernah melihat pasukan perang tradisional dengan persenjataan dan kelengkapan perang.

BANDAR BOLA


Tempat angker lainya adalah Gunung Wutoh. Tempat ini terkenal dengan sebutan sebagai lokasi pintu gerbang utama untuk menuju ke keraton merapi.

Keraton merapi juga di sebut-sebut sebagai tempat berhubungan yang erat terutama dengan keraton mataram.Cerita yang berkembang di masyarakat Keraton merapi telah membantu kerajaan mataram untuk menghancurkan kerajaan panjang dengan cara lewat letusanya.

AGEN BOLA


ini lah salah satu cerita tentang misteri yang ada di gunung merapi :

Kisah Misteri di balik meletusnya Gunung Merapi, ada Sosok orang tua dengan api menyala-nyala menampakkan diri sebelum merapi meletus. Sosok misterius itu muncul beberapa saat sebelum Merapi memuntahkan isi perutnya, Selasa (26/10/2010) lalu. Ponimin --orang yang diminta GKR Hemas menjadi juru kunci Merapi menggantikan Mbah Maridjan-- dan istrinya sedang duduk di ruang tamu rumahnya yang terletak di Dusun Kinahrejo atau kurang lebih 100 meter dari rumah Mbah Maridjan.

Ponimin, 50-an tahun, memegang gepokan uang sebesar Rp 25 juta. Dari jumlah itu, Rp 15 juta diberikan isterinya untuk membayar hutang bisnis kayu yang ditekuninya selama ini. Sedangkan sisanya, Rp 10 juta baru saja akan dimasukkan ke tas ketika suara gemuruh tedengar dari Merapi.

Ponimin dan istrinya bangkit dari duduknya. Bukan untuk mengungsi. Ponimin bergegas menuju kebun untuk mengambil daun awar-awar dan dadap serep. Dua daun itu dipercaya bisa digunakan untuk tolak bala. Sedangkan istrinya, Yati, keluar rumah membaca ayat suci al Qur’an.

TARUHAN BOLA


Saat itulah, Yati berkisah, dirinya dikejutkan kemunculan sosok misterius. "Tiba-tiba ada sosok tua berpakaian Jawa berdiri di depan saya. Orang itu mengatakan akan mengobrak-abrik keraton Yogya,” cerita Yati kepada GKR Hemas yang menemuinya di rumah pengungsiannya di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (28/10) siang.

Dengan sedikit gemetaran Yati pun mencegah keinginan sosok orang tua gaib itu. "Ojo (jangan),” kata Yati.

Sosok orang tua dengan api menyala-nyala di belakangnya itu kemudian menghilang. Yati pun masuk ke dalam rumah karena dari atas Gunung Merapi ia melihat ada api yang meluncur ke bawah. Pun Ponimin. Keduanya pun berlindung di dalam rumahnya bersama anak-anaknya. Mereka bersembunyi di dalam kamar.

JUDI BOLA


Hawa panas tiba-tiba menerjang disertai angin kencang dan debu. Di dalam rumah, keluarga ini masuk ke kamar dan berlindung di balik rukuh (mukena) milik Yati.

“Kami selamat, meski api berkobar-kobar di sekeliling kami. Atap rumah beterbangan. Kaca-kaca jendela pecah,” cerita Yati.

Setelah awan panas reda, mereka bergerak ke luar rumah. Namun tanah yang diinjak terasa panas. Mereka berhasil naik mobil di halaman rumah yang selamat dari amukan awan panas. Namun baru berjalan beberapa meter, ban mobil pecah karena meleleh. Mereka kembali masuk rumah.

Di dalam rumah mereka mengumpulkan tujuh bantal dan satu sajadah. Benda-benda itulah yang kemudian dijadikan “jembatan” untuk keluar dari rumah, menuju tempat aman.

Agak jauh dari rumah, mereka ditolong Tris, tetangganya yang juga selamat dan kemudian dilarikan ke RS Panti Nugroho di Pakem. Rukuh yang menyelamatkan nyawa Ponimin dan keluarganya itu kini disimpan. “Sudah ada yang nawar Rp 40 juta. Namun tidak saya kasih,” kata Yati.

Ponimin dan keluarga memilih kini mengungsi di rumah dokter Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman hingga saat ini. Selama mengungsi, dokter Anna merawat luka bakar di telapak kaki Ponimin. Akibat kedua telapak kakinya yang melepuh, Ponimin hingga saat ini hanya bisa duduk dan berbaring di kasur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar